Report Diskusi Kampung # 2 - Pandang Raya

Sunday, November 27, 2011


Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda yang diusulkan, disepakati dan dirancang bersama dalam pertemuan di taman macan beberapa waktu lalu. Tujuannya untuk memperlebar jangkauan kampanye, membangun dan memperkuat keterhubungan sesama warga biasa.
Pandang Raya, merupakan pemukiman penduduk yang berada di tengah kota Makassar. Selama 3 tahun, Warganya masih dan terus bertahan menghadang ancaman penggusuran dari seorang pengusaha yang ingin menguasai tempat ini.
Pukul 14. 00 Wita, tim kerja dari diskusi kampung Occupy/Duduki Makassar telah berkumpul di pandang Raya. Mempersiapkan beberapa material untuk kegiatan galeri foto kota yang menjadi rangkaian dari kegiatan diskusi kampung ini. Namun melewati sore, Galeri foto tidak dapat dipajang oleh hujan yang terus mengguyur sepanjang sore.

Pukul 19.00, setelah hujan reda kegiatan di mulai dengan pemutaran film. Lewat pemutaran film ini, warga mulai berkumpul dan mendekati posko pandang raya. Beberapa video yang diputar adalah potret penggusuran yang terjadi di Makassar dan beberapa kota lainnya, di tutup dengan pemutaran film warga pandang raya saat menghadang eksekusi setahun yang lalu. Film ini selalu menjadi tanyangan yang di tunggu-tunggu warga setiap kali pemutaran film di tempat ini.

Diskusi :
Pertemuan/diskusi malam itu dihadiri oleh beberapa warga pandang raya, sebagian besar adalah ibu-ibu. Diskusi dimulai dengan sharing dari warga tentang kondisi pandang raya saat ini, dimana status wilayahnya dalam 3 tahun ini terancam oleh eksekusi penggusuran seorang pengusaha bernama Goman Wisan. Dini, seorang dari warga menceritakan bahwa dalam waktu terakhir ini, isu-isu akan adanya eksekusi tersebar di pandang raya, isu-isu seperti ini memang seringkali datang dan meresahkan. Untuk mengantisipasi ini, warga tetap bersiaga .  Walau sebagian warga hanya berstatus sewa,  dan  menyadari bahwa tempat tersebut hanyalah tempat menumpang hidup( di petak-petak rumah yang sempit) tapi banyak hal yang hilang saat pandang raya tergusur dan ini yang membangun keyakinan warga untuk tetap bertahan dari penggusuran.

Saya disini sewa rumahji, kalau mau dari dulu saya pindah saja kalau tahu mau di eksekusi. Biar kita menumpang tapi kita masih mau tinggal. Tapi kita sudah menyatu di tempat ini, disini anakta lahir besar, kita kerja,  jadi kita kita juga mau bertahan untuk tinggal disini, dan melawan kalau ada mau eksekusi ( Mace Pandang Raya)

Kita disini kompakji untuk hadang ekseskusi. Mungkin sehari-sehari kita kerja, ada pergi ojek, jadi tukang, kerja dari sore sampai malam. Tapi warga sudah sepakat waktu pertemuan kemarin kalau ada dengar-dengar mau eksekusi, kita sepakat libur kerja bersama. Karena kalau uang itu bisa dicari lagi, tapi kalau rumahta dibongkar, kita ndak tau lagi mau tinggal dimana.

Bersatuki apalagi kalau darurat. Bertahan ji ki disini.

Diskusi berlanjut dengan sharing, melihat persoalan kota secara lebih luas. Dimana bukan hanya pandang raya yang  terancam, tetapi beberapa wilayah kota juga mengalami hal yang serupa. Mariso, Ablam, Sunu, pedagang kaki lima, Limbung, Kassi-kassi, dan banyak lagi wilayah di kota ini yang ingin direbut oleh pengusaha.

Kenapa kita mau digusur? Padahal disini cuma rawa-rawa, dibilang pembuangan sampah, tai-tai. Tapi di matanya itu pengusaha dilihat ini dan dia bisa sulapki jadi uang, apalagi pandang raya diapitmi sama ruko-ruko dekat dengan mall . Karena disini juga mau dikasi keren.       
Pengusaha yang kuasai ini kota, tapi itu dia mau bangun untuk apa?  kita ini mau dilempar dimana kodong. Bagusji kalau dia kasi kerja ki , ini dia lemparki. Kita mau lari kemana. Betul-betul ini gomang, dia mau kasi tinggal kita dibawah kolong jembatan.
...
Hasil diskusi malam itu menyepakati akan diadakan pertemuan yang lebih intens/rutin antar warga. Memaksimalkan kembali fungsi posko sebagai tempat pertemuan, agar dapat saling menguatkan jika terjadi hal-hal yang dapat mengancam tempat hidup mereka. Warga pandang raya juga menginginkan bisa dapat saling terhubung dengan warga-warga lainnya yang mengalami kondisi serupa. Dimana warga pandang akan ikut berpartisipasi, dalam diskusi kampung di beberapa wilayah lain yang mengalami ancaman penggsuran. Hal ini akan dibicarakan lebih lanjut di pertemuan berikutnya.

Ada bagusnya kalau ada warga dari luar mau bantuki, kaya kassi kassi Mariso.
Bagus juga  kalau ada 10 orang dari tempat lain kita berkumpul disini. kita baku tukar pikiran, bagus kalau bersatu begitu ki.

Diskusi berlanjut dengan mengobrol santai diselingi dengan lelucon dan berkahir pada pukul 23.00

Pandang Raya, 25 November 2011

Salam 99%


0 comments:

  © we will win!!

BringthenoiseAnswerthecall