Pasar Modern VS Pedagang Kecil

Monday, December 12, 2011

Ada berapa banyak pasar modern (supermarket/hipermarket dkk) di indonesia?

Pasar Modern (supermarket/ hipermarket dkk) terus bergairah! bagaimana tidak, Hingga mei 2011 kemarin tercatat kurang lebih 7.973 jumlah Alfamart menyebar di seluruh pelosok kota-kota dan kampung-kampung bahkan hingga gang-gang sempit di Indonesia. Dalam setahunnya saja, Alfamart dapat membangun sedikitnya 600 gerai besar, 50 outlet warung, dan 400 toko. Belum termasuk rancangan pembangunan yang disandarkan pada kebutuhan konsumen disuatu tempat. Sedangkan Gerai parnertnya seperti Indomaret sendiri tercatat dari Mei 2010 telah berjumlah 4261 gerai, ditambah beroperasinya 300 unit gerai Circle K dan Hero di enam kota besar, plus 79 gerai raksasa Carrefour hingga april 2010 kemarin, dan akan menyusul lagi rencana penyebaran pembangungan 800 unit tambahan gerai Indomaret dan Alfamart.

Siapa pemilik Gerai-gerai besar tersebut?

Sebuah majalah bernama Forbes dalam beberapa pekan lalu meliris, bahwa Djoko Susanto Pemilik Saham Tunggal Alfamart ini adalah orang terkaya nomor 25 dari daftar 40 orang terkaya di Indonesia. Ranking kekayaannya dalam setahun dapat mencapai US$1,04 miliar. Selain itu, Djoko Susanto Tahun lalu juga membeli saham di Northstar, sehingga memiliki 65 persen kepemilikan sahamnya lagi dibeberapa tempat strategis.

Dari beberapa Informasi yang dipublis di Website para ekonom dan distributor peritel asing di Indonesia menyebutkan bahwa Djoko Susanto sebelum menduduki pada posisi ke 25 orang terkaya di Indonesia ini, Ia pernah pula memimpin usaha bersama dengan anak perusahaan Putra Sampoerna, Sebuah perusahaan penampung cengkeh dan tembakau.

Dalam kolaborasi antara Pengusaha terkaya Nomor 9 (Putra Samporna) dan orang terkaya nomor 25 ini, mereka bersepakat untuk menjual saham kedua anak perusahaan yang dikerjakannya bersama ini kepada Philip Moris International, Sebuah perusahaan tembakau dan rokok raksasa dari luar negeri. Namun dikarenakan pangsa pasar yang terus menerus devisit, hingga akhirnya Philp Morris International memutuskan unutk kembali menjualnya kepada private equity investor, Northstar. Dalam setahun penjualan minimarket Alfamart tumbuh 15-20 persen.

Salah satu pemilik 14 cabang Indomaret di Indonesia pak Gamal malahan mempunyai pendapatan pasif 350juta perbulan. Menguasai 15 properti, memiliki 5 Apotek Century, 2 bisnis salon, 2 bisnis tour & travel dan 2 bisnis laundry.

Carrefour sendiri yang menjadi supermarket terbesar didunia setelah Wa-mart di indonesia diakuisisi oleh Trans-Retail anak perusahaan trans-Corp dari dana dan modal pinjaman sebesar 300-400 juta euro dari empat bank, Citibank, JP Morgan, Credit Suisse dan ING, dan tebak siapa yang menjabat sebagai komisaris PT.Carrefour Indonesia? Ia adalah mantan kepala kepolisian RI S.Bimantoro. Selain gerai besar Carrefour yang berjumlah banyak, pemegang saham terbesarnya yaitu Trans-Corp akan membangun Trans-Studio di 20 kota di Indonesia.

Merekalah si segelintir 1% yang menguasai dan mengambil keuntungan besar dari warga biasa yang jumlahnya lebih besar 99%. kekayaan dari 40 orang terkaya di Indonesia setara dengan kekayaan 60 juta penduduk lainnya atau warga biasa. Jumlah kekayaan 40 orang terkaya Indonesia pada tahun 2010 sebesar RP.680 triliun yang setara dengan 15 juta keluarga atau 60 juta jiwa orang paling miskin dan kekayaan 40 orang terkaya indonesia itu meningkat 5 tahun terakhir rata-rata 80% pertahun.

Penguasa dan Pengusaha adalah 1% vs Pedagang tradisional dan kita Warga Biasa 99%

Negara dalam hal ini sebagai pemberi aturan tertinggi mempunyai peran penting terhadap suksesnya ketimpangan ini. Pengusaha dan penguasa memberi andil sama rata atas berbagai aksi korporasi perusahaan dengan keluarnya Perpres Pasar Modern no 112 tahun 2007 Tentang penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat belanja serta toko modern yang ditandatangani langsung oleh Presiden tercinta kita Susilo Bambang Yudoyono 27 desember 2007 lalu. Dan kemudian kewenangan mengeluarkan izin usaha pasar modern ke pemda memungkinkan pasar tradisional selalu dikorbankan dengan berbagai alasan. Seperti kasus Carrefour yang ditolak oleh pedagang tradisional di Ciledug, sampai sekarang masih beroperasi.

Dan yang menjadi contoh betapa Penguasa dan Pengusaha memang saling berhubungan (selalu) yaitu penandatanganan Perpres yang berlangsung setelah Alfa membeli saham Sampoerna yang mengakibatkan ribuan Alfa tersebar di kawasan pemukiman warga. Yang juga berarti negara memberi keluasan penuh dan berencana sejak awal untuk menyukseskan semua ini, karena aturan yang menyatakan bahwa dalam pasar modern harus 100 modal dalam negeri dan perusahaan asing hanya bisa masuk dalam bisnis supermarket yang besar. Padahal asing ataupun dalam negeri sejak dia menguasai hampir semua sendi kehidupan, maka dia adalah lawan kita warga biasa.

Negara mengizinkan persaingan antara pasar modern dan pasar tradisional, ini jelas akan berdampak buruk terhadap pasar tradisional dan kita sendiri sebagai warga biasa, bayangkan ribuan lebih pasar modern yang tersebar akibat persaingan ini? Memenuhi hampir disetiap pelosok gang-gang perumahan. Akan ada penggusuran lahan dan tanah dimana-mana demi rencana pembangunan ratusan unit lagi, belum bicara tentang sampah plastik. Bukankah gerai yang menjamur dan matinya ribuan pasar tradisional demi satu ritel (pasar modern) menjelaskan semuanya?

Duduki Makassar

Mereka yang jumlahnya hanya segelintir mampu menguasai kesadaran, hidup dan mimpi kita yang jauh lebih besar jumlahnya. Isi bank yang jumlahnya dimana-mana ternyata setengahnya dalam jumlah digit uang paling besar diisi oleh buku tabungan beberapa orang saja (1%), selebihnya adalah tabungan warga biasa yang nilainya tak seberapa tapi berasal dari banyak buku tabungan (99%). Penguasa yang kita kenal sebagai pembuat dan pemberi aturan tertinggi yang jumlah sedikit (1%) dapat dengan mudah dan seenaknya mengontrol berjuta-juta (99%) kepala warga biasa.

Di beberapa belahan dunia, kaum 99% ini sedang bergerak tanpa komando menyerukan kekesalan mereka terhadap kaum 1%. Mereka tumpah ruah dijalan menduduki kota dan tanah mereka tanpa satu komando, saling menjagai dan berbagi kasih. Pertanyaannya adalah KITA KAPAN??.


Salam 99%
Warga Biasa.

Read more...

Aksi hari ketiga Kampanye Pasar modern vs Pedagang kecil

Saturday, December 10, 2011











Read more...

  © we will win!!

BringthenoiseAnswerthecall